{"id":2537,"date":"2020-06-19T00:58:49","date_gmt":"2020-06-18T17:58:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/?p=2537"},"modified":"2022-10-16T17:30:48","modified_gmt":"2022-10-16T10:30:48","slug":"sitemap-tidak-terbaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/id\/sitemap-tidak-terbaca\/","title":{"rendered":"Solusi Peta Situs Tidak Terbaca oleh Mesin Pencari"},"content":{"rendered":"\n<p>Peta situs (<em>sitemap<\/em>) merupakan salah satu alat untuk mempermudah mesin pencari (misal, Google, Bing, Yandex) dalam mengindeks halaman web. Umumnya, mesin pencari mengenali beberapa format umum peta situs, seperti XML, RSS, Atom, atau TXT <span id=\"a9631802-64f8-4b15-8f4f-8b1f18b7a457\" data-items=\"[&quot;2300740570&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[1]\u200b<\/span>. Biasanya, kamu harus terlebih dahulu mendaftarkan peta situs kamu melalui <em><em>Webmaster Tool<\/em><\/em> (misal, Google Search Console), sebelum mesin pencari dapat mulai mengindeks halaman web.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mendaftarkan peta situs tidak 100% bebas dari kesalahan. Administrator situs dapat mengalami hal-hal yang tidak terduga. Misalnya, peta situs tidak dapat diakses atau dibaca oleh mesin pencari. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini, termasuk masalah peta situs maupun karena kesalahan 403 (akses ditolak).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Catatan: kesalahan 403 (akses ditolak), berarti mesin pencari tidak diizinkan untuk mengakses peta situs.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"798\" height=\"407\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/sitemap-error-403-google-console.jpg\" alt=\"Pemberitahuan sitemap tidak dapat dibaca oleh Google Search Console.\" class=\"wp-image-2541\"\/><figcaption>Gambar 1. Pemberitahuan peta situs tidak dapat dibaca oleh Google Search Console.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Memeriksa akses ke peta situs<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara untuk memeriksa apakah bot mesin pencari dapat mengakses peta situs kamu. Kamu dapat mencoba menggunakan situs web yang menawarkan layanan pemeriksaan bot atau menggunakan chrome dengan mengubah &#8220;<em>user agent<\/em>&#8220;-nya. Umumnya, pemeriksaan ini khusus untuk peta situs dalam format XML. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba jika ingin mengecek format sitemap selain XML.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A. Menggunakan situs online<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada banyak situs online yang menyediakan layanan untuk memeriksa akses sitemap, seperti: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/www.xml-sitemaps.com\/http-headers-viewer.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">XML-Sitemaps.com<\/a> (ubah pilihan <code>User Agent<\/code> menjadi <code>Google<\/code>)<\/li><li>Google <a href=\"https:\/\/www.google.com\/webmasters\/tools\/robots-testing-tool\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Robots.txt Tester<\/a> <\/li><li>Google <a href=\"https:\/\/search.google.com\/search-console?action=inspect\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">URL Inspection Tool<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B. Menggunakan peramban Chrome<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan peramban (<em>browser<\/em>) Chrome untuk memeriksa akses ke peta situs. Untuk tujuan ini, kamu perlu mengubah <code>user agent<\/code> menjadi <code>Googlebot<\/code>, yang merupakan perayap (<em>crawler<\/em>) utama Google <span id=\"c73af996-a57e-41e7-8e29-6a92d08b6b82\" data-items=\"[&quot;1135713584&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[2]\u200b<\/span>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, buka <code>developer tools<\/code> terlebih dahulu, caranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>pada peramban Chrome, klik menu atau tombol <code>\u22ee<\/code> di pojok kanan atas,<\/li><li>pilih <code>More tools<\/code> &gt; <code>Developer tools<\/code>.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Maka kamu akan melihat tampilan seperti pada Gambar 2 di Chrome.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"537\" height=\"436\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/chrome-developer-tools.png\" alt=\"Developer tools pada Browser Chrome.\" class=\"wp-image-2549\"\/><figcaption>Gambar 2. <em>Developer tools<\/em> pada peramban Chrome.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kedua, ubah <code>user agent<\/code> pada Chrome. Caranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>klik tombol <code>\u22ee<\/code> di pojok kiri bawah (di menu bawah dekat tab <code>Console<\/code>),<\/li><li>klik <code>Network conditions<\/code>,<\/li><li>pada kotak <code>user agent<\/code>, hilangkan centang pada <code>Select automatically<\/code>,<\/li><li>lalu pilih <code>Googlebot<\/code> pada opsi dropdown.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Setelah mengubah <code>user agent<\/code>, periksa apakah kamu dapat mengakses peta situs menggunakan Chrome seperti pada Gambar 3.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"799\" height=\"471\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/googlebot-chrome-access-403.jpg\" alt=\"Pemeriksaan akses googlebot menggunakan chrome.\" class=\"wp-image-2553\"\/><figcaption>Gambar 3. Pemeriksaan akses <em>googlebot<\/em> menggunakan Chrome.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C. Menunggu pembacaan berikutnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Kamu mungkin telah mencoba subbab 1-A dan 1-B di atas, dan tidak ada masalah dalam mengakses peta situs. Jika demikian, harap tunggu mesin pencari membaca peta situs kamu dalam beberapa hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"764\" height=\"520\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/check-sitemap-website.png\" alt=\"Pemeriksaan sitemap tidak menunjukkan masalah (kode respon 200).\" class=\"wp-image-2607\"\/><figcaption>Gambar 4. Pemeriksaan peta situs tidak menunjukkan masalah (kode respon 200).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Misalnya, mengirim ulang peta situs ke Google Search Console mungkin menunjukkan kesalahan &#8220;<code>Tidak dapat mengambil peta situs<\/code>&#8220;. Padahal, tidak ada masalah dengan akses ke peta situs, seperti pada subbab 1-A dan 1-B di atas. Dalam hal ini, tunggu tanggal &#8220;<code>terakhir dibaca<\/code>&#8221; berikutnya, karena Google membaca peta situs beberapa hari sekali. Biasanya, tidak ada masalah lain lagi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"914\" height=\"653\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/wait-for-next-last-read-sitemap-google-search-console.jpg\" alt=\"Tunggu tanggal &quot;last read&quot; terbaru.\" class=\"wp-image-5817\"\/><figcaption>Gambar 5. Tunggu tanggal &#8220;<code>terakhir dibaca<\/code>&#8221; berikutnya.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Mengatasi akses pada peta situs<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika mesin pencari tidak dapat mengakses atau membaca peta situs (misal, kesalahan 404 atau 403), beberapa metode patut dicoba.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-ast-global-color-6-background-color has-background\"><strong>Sebelum mencoba menyelesaikan masalah, lakukan &#8220;<em>backup<\/em>&#8221; pada keseluruhan situs webmu!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">A. Pastikan alamat peta situs sudah benar<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum mencoba berbagai hal teknis, coba buka URL peta situsmu langsung di peramban. Jika kamu mendapatkan kesalahan dengan kode 404, ada beberapa kemungkinan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Salah memasukkan URL peta situs<\/strong>; cobalah untuk memeriksa kembali URL peta situs kamu.<\/li><li><strong>Situs gagal membuat peta situs<\/strong>; Jika kamu menggunakan CMS (misal WordPress) beserta plugin pembuat peta situs, mungkin ada masalah dengan pengaturan plugin pembuat peta situs.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><em>Catatan: jika kamu menggunakan chrome dan mengubah <code>user agent<\/code> seperti pada Subbab 1-B di atas, maka terlebih dahulu ubah kembali <code>user agent<\/code> dengan memberikan centang pada <code>Select automatically<\/code>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">B. Gunakan hanya satu generator peta situs<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam kasus CMS WordPress, banyak orang mungkin menginstal plugin SEO (misal Yoast atau RankMath) dan generator peta situs (misal Google XML Sitemaps). Karena keduanya dapat membuat peta situs secara independen, dan kemungkinan akan saling mengganggu. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, pastikan hanya satu plugin yang boleh membuat peta situs. Setelah itu, periksa kembali akses ke peta situs menggunakan situs pemeriksa atau Chrome, seperti pada Bab 1.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">C. Periksa file robot.txt dan .htaccess<\/h3>\n\n\n\n<p>File <code>robot.txt<\/code> atau <code>.htaccess<\/code> dapat memblokir perayap (misal <code>Googlebot<\/code>) dalam membaca peta situs <span id=\"fcc379e3-dc2c-4b56-9c2c-69d40199a3e6\" data-items=\"[&quot;2727978432&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[3]\u200b<\/span>. Berikut contoh pengaturan <code>robot.txt<\/code> yang memblokir <code>Googlebot<\/code>:<span id=\"380bf640-c854-4edb-b6f8-2d6a23f32dd9\" data-items=\"[&quot;3206051884&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[4]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code lang=\"markdown\" class=\"language-markdown line-numbers\">User-agent: Googlebot\nDisallow: \/<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Kode di atas berarti bahwa <code>Googlebot<\/code> tidak dapat mengakses seluruh situs. Jika kamu ingin mengizinkan <code>Googlebot<\/code> mengakses situsmu, hapus kedua baris kode di atas. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, periksa file <code>.htaccess<\/code> apakah ada kode seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code lang=\"apacheconf\" class=\"language-apacheconf line-numbers\">RewriteEngine on\nRewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} Googlebot [OR]\nRewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} msnbot [OR]\nRewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} yandexbot\nRewriteRule ^.*$ \"https\\:\\\/\\\/www\\.indowhiz\\.com\" [R=301,L]<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika ada, coba hapus sementara. Kemudian, periksa kembali akses ke peta situs menggunakan situs pemeriksa atau Chrome, seperti pada Bab 1.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">D. Periksa pengaturan CDN<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak situs terkenal, seperti Google Cloud CDN, AWS, Cloudflare, dan QUIC.cloud, menawarkan layanan Content Delivery Network (CDN). Terkadang beberapa masalah terjadi karena <em>cache<\/em>, <em>firewall<\/em>, atau pengaturan pada CDN. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memeriksa apakah CDN menjadi penyebab masalah, coba nonaktifkan CDN. Kemudian, periksa kembali akses ke peta situs menggunakan situs pemeriksa atau Chrome, seperti pada Bab 1. Ada dua kemungkinan setelah menonaktifkan CDN, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Peta situs dapat diakses<\/strong>. Ini berarti bahwa pengaturan CDN menyebabkan masalah, yang memblokir akses ke peta situs. Coba verifikasi dan sesuaikan cache, firewall, dan pengaturan lain yang mungkin menyebabkan masalah tersebut. Jika kamu kesulitan mengaturnya, coba minta bantuan dari penyedia CDN. <\/li><li><strong>Peta situs belum dapat diakses<\/strong>. Artinya, masih belum dapat dipastikan bahwa pengaturan CDN tidak bermasalah. Ada kemungkinan bahwa bukan hanya CDN yang menyebabkan masalah ini. Dalam hal ini, kami sarankan untuk tetap menonaktifkan CDN sampai kamu dapat menyelesaikan masalah akses menggunakan metode lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">E. Periksa plugin keamanan CMS<\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan CMS (misal WordPress), biasanya bersama dengan plugin keamanan (misal Wordfence, Sucuri, atau iThemes). Plugin keamanan sangat membantu, tetapi terkadang juga sangat menyebalkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memeriksa apakah plugin keamanan CMS menjadi penyebab masalah, coba nonaktifkan terlebih dahulu. Kemudian, periksa kembali akses ke peta situs menggunakan situs pemeriksa atau Chrome, seperti pada Bab 1. Ada dua kemungkinan setelah menonaktifkan plugin keamanan CMS, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Peta situs dapat diakses<\/strong>. Artinya, plugin keamanan CMS menjadi penyebab masalah, yang memblokir akses ke peta situs. Coba verifikasi dan sesuaikan pengaturan plugin keamanan. Jika kamu kesulitan menyesuaikannya, coba minta bantuan dari pengembang plugin. <\/li><li><strong>Peta situs belum dapat diakses<\/strong>. Artinya, masih belum dapat dipastikan bahwa plugin keamanan CMS tidak bermasalah. Ada kemungkinan bahwa tidak hanya plugin keamanan CMS yang menyebabkan masalah ini. Dalam hal ini, kami sarankan untuk tetap menonaktifkan plugin keamanan CMS sampai kamu dapat menyelesaikan masalah akses menggunakan metode lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">F. Periksa pengaturan WAF<\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan panel kontrol web (mis., CPanel, Plesk, atau WHM), biasanya bersama dengan Web Application Firewall (WAF) (misal ModSecurity atau Imunify360). Ada kalanya, WAF seperti ModSecurity memblokir akses bot (bahkan <code>Googlebot<\/code>) karena dianggap spam atau bot berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memeriksa apakah pengaturan WAF menjadi penyebab masalah atau tidak, coba nonaktifkan terlebih dahulu. Kemudian, periksa kembali akses ke peta situs menggunakan situs pemeriksa atau Chrome, seperti pada Bab 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika peta situs dapat diakses setelah menonaktifkan WAF, artinya pengaturan WAF menjadi penyebab masalah ini. Coba verifikasi dan sesuaikan pengaturan WAF yang mungkin menjadi penyebab masalah. Jika kamu kesulitan mengaturnya, coba minta bantuan dari penyedia hosting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">G. Meminta bantuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Mungkin kamu sudah mencoba semua cara di atas tetapi tidak ada yang berhasil. Jadi, kamu mungkin memerlukan bantuan dari penyedia hosting untuk mengatasi masalah tersebut. Alternatifnya, kamu juga dapat meminta seorang profesional untuk memecahkan masalahmu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"2300740570\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[1]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Google, \u201cMengelola peta situs Anda: Laporan peta situs,\u201d <i>Bantuan Search Console<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/support.google.com\/webmasters\/answer\/7451001?hl=id\">https:\/\/support.google.com\/webmasters\/answer\/7451001?hl=id<\/a> (accessed Jun. 19, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"1135713584\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[2]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Google, \u201cRingkasan crawler Google (agen-pengguna),\u201d <i>Bantuan Search Console<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/support.google.com\/webmasters\/answer\/1061943?hl=id\">https:\/\/support.google.com\/webmasters\/answer\/1061943?hl=id<\/a> (accessed Jun. 19, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2727978432\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[3]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">A. Gent, \u201cHow to Check XML Sitemaps are Valid,\u201d <i>DeepCrawl<\/i>, Apr. 10, 2019. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.deepcrawl.com\/knowledge\/guides\/check-xml-sitemaps-are-valid\/\">https:\/\/www.deepcrawl.com\/knowledge\/guides\/check-xml-sitemaps-are-valid\/<\/a> (accessed Jun. 19, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3206051884\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[4]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Remiz, \u201cBlock Google and bots using htaccess and robots.txt,\u201d <i>HTML Remix<\/i>, May 03, 2011. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.htmlremix.com\/seo\/block-google-and-bots-using-htaccess-and-robots-txt\">https:\/\/www.htmlremix.com\/seo\/block-google-and-bots-using-htaccess-and-robots-txt<\/a> (accessed Jun. 19, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta situs (sitemap) merupakan salah satu alat untuk mempermudah mesin pencari (misal, Google, Bing, Yandex) dalam mengindeks halaman web. Umumnya, mesin pencari mengenali beberapa format umum peta situs, seperti XML, RSS, Atom, atau TXT \u200b[1]\u200b. Biasanya, kamu harus terlebih dahulu mendaftarkan peta situs kamu melalui Webmaster Tool (misal, Google Search Console), sebelum mesin pencari dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2543,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[506],"tags":[436,437,435,440,439,433,438,389],"class_list":["post-2537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-website-internet","tag-436","tag-bot","tag-error","tag-googlebot","tag-search-engine","tag-sitemap","tag-webmaster-tool","tag-wordpress"],"modified_by":"Philip F. E. Adipraja","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2537"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6516,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2537\/revisions\/6516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}