{"id":2902,"date":"2020-08-02T00:09:32","date_gmt":"2020-08-01T17:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/?p=2902"},"modified":"2022-05-08T22:01:56","modified_gmt":"2022-05-08T15:01:56","slug":"toefl-syarat-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/id\/toefl-syarat-kuliah\/","title":{"rendered":"TOEFL untuk Syarat Daftar S2 dan S3? Penting gak sih?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Ya, TOEFL sangat penting dalam lingkungan akademik.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Meski lahir di Indonesia, dan orang tua asli Indonesia, kita sudah diajari untuk Berbahasa Inggris mulai dari kecil. Alhasil, menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau ketiga (jika ada bahasa daerah). <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mungkin beberapa dari kita, menganggap Bahasa Inggris itu hanya untuk komunikasi di luar negeri. Itupun kalau kita punya rencana ingin ke luar negeri. Dampaknya, banyak dari kita bahkan tidak pernah mengikuti TOEFL, TOEIC, atau jenis tes kemampuan berbahasa Inggris lainnya.<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">TOEFL dan TOEIC<\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah TOEFL (<em>Test of English as a Foreign Language<\/em>) dalam Bahasa Indonesia kita kenal dengan <em>Tes Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing<\/em>. Hal ini merupakan standar tes untuk mengukur penguasaan Bahasa Inggris dalam lingkungan akademik. Tes tersebut menggunakan bahasa yang merupakan bahasa formal atau akademik. Umumnya menggunakan kosa-kata yang lebih rumit daripada kosakata yang digunakan untuk percakapan sehari-hari. Karena itu, TOEFL sangat umum digunakan sebagai persyaratan pendaftaran ke sekolah di negara asing, pertukaran pelajar, atau untuk visa pelajar.<span id=\"61dcd3df-d2ed-4787-821c-e65d7155641f\" data-items=\"[&quot;3320235670&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[1]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Selain TOEFL, ada tes kemampuan berbahasa Inggris lainnya seperti TOEIC (<em>Test of English for International Communication<\/em>), yang mana dalam Bahasa Indonesia kita kenal dengan <em>Tes Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional<\/em>. TOEIC menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa bisnis. Karena itu, TOEIC umumnya dibutuhkan untuk persyaratan lamaran pekerjaan di negara asing, ataupun untuk visa kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>TOEFL dan TOEIC merupakan jenis tes kemampuan berbahasa Inggris yang paling populer di dunia. Namun keduanya mengukur hal yang berbeda, dan untuk tujuan yang berbeda pula.<span id=\"625f335d-86a5-4c54-825e-04d8191bb647\" data-items=\"[&quot;3320235670&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[1]\u200b<\/span> Oleh karena itu, kamu perlu merencanakan tujuan kamu terlebih dahulu, selanjutnya, kamu dapat merencanakan untuk mengikuti TOEFL atau TOEIC. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam artikel ini, kita hanya membahas tentang TOEFL, dan mengapa persyaratan mendaftar ke universitas dalam maupun luar negeri umumnya membutuhkan TOEFL.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Skor TOEFL<\/h2>\n\n\n\n<p>Perlu kamu ketahui, bahwa sertifikat TOEFL hanya menunjukkan skor berupa angka, dan tidak ada nilai gagal ataupun lulus pada sertifikat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, universitas dalam maupun luar negeri akan mensyaratkan skor TOEFL minimum bagi para calon peserta didiknya. Selain itu, persyaratan skor minimumnya semakin meningkat pada setiap tingkatan\/jenjang pendidikannya.<span id=\"2bd64337-6ee2-499f-9eaf-f138927e3c00\" data-items=\"[&quot;3725625988&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[2]\u200b<\/span> <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, seseorang membutuhkan skor minimum TOEFL 425-450 untuk syarat kelulusan S1. Di sisi lain, seseorang membutuhkan skor minimum TOEFL 477 untuk persyaratan mendaftar S2, dan skor minimum TOEFL 500 untuk mendaftar S3. <\/p>\n\n\n\n<p>Syarat skor TOEFL untuk beasiswa umumnya lebih tinggi. Misal untuk mendaftar beasiswa LPDP, syarat skor TOEFL untuk pendaftar program magister yaitu 500, dan untuk doktoral minimum skor 530.<span id=\"cf222a08-c29a-4769-8e2d-fd1dd77aa15e\" data-items=\"[&quot;766688216&quot;]\" contenteditable=\"false\" class=\"abt-citation\">\u200b[3]\u200b<\/span> <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun begitu, umumnya setiap universitas dan pemberi dana beasiswa memiliki kebijakan tersendiri mengenai skor minimum TOEFL tersebut. Oleh karena itu, setelah merencanakan tujuan kamu mengikuti TOEFL, kamu cukup mengusahakan agar skor pada sertifikat TOEFL kamu sudah melebihi persyaratan. Setelah itu, kamu bisa mulai memikirkan hal lain yang lebih penting.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penggunaan Bahasa Inggris dalam akademik<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagian besar universitas dalam negeri mewajibkan mahasiswa Program Sarjana (Strata-1 atau S1) untuk memiliki sertifikat TOEFL saat menjelang semester akhir, atau sebagai syarat kelulusan.<span id=\"8ca9974f-3d9d-4894-a6fb-c1eece476e7c\" data-items=\"[&quot;896351935&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[4]\u200b<\/span> Sebagian mahasiswa pada jenjang S1 mungkin tidak begitu merasakan dampak memiliki sertifikat TOEFL. Bahkan setelah lulus, sertifikat tersebut mungkin sudah tidak mereka gunakan lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, berbeda cerita ketika kamu ingin melanjutkan studi ke luar negeri, mungkin kamu sangat membutuhkan sertifikat TOEFL. Meski beberapa negara tidak mewajibkanmu untuk memilikinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jika kamu ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi seperti magister (S2) atau doktor (S3), maka kamu wajib memiliki sertifikat TOEFL. Karena, universitas dalam maupun luar negeri umumnya mensyaratkan sertifikat TOEFL dalam pendaftaran program S2 ataupun S3.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, mungkin banyak dari kamu yang bertanya-tanya. Kuliah di Indonesia, komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia, bahkan kuliahnya juga berbahasa Indonesia. <em>Lantas, untuk apa sertifikat TOEFL menjadi syarat mendaftar program Magister dan Doktoral dalam negeri?<\/em> Baik, mari kita bahas satu per satu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat kamu ingin melanjutkan studi ke luar negeri, umumnya komunikasinya menggunakan Bahasa Inggris. Jadi, sudah sangat wajar apabila sertifikat TOEFL merupakan salah satu persyaratan pendaftaran. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/discussion.jpg\" alt=\"Ilustrasi berdiskusi\" class=\"wp-image-2924\"\/><figcaption>Gambar 1. Ilustrasi berdiskusi (kredit: <a href=\"https:\/\/pxhere.com\/en\/photo\/1453579\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">rawpixel.com<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Lalu bagaimana jika kita kuliah di Indonesia, dimana komunikasi tetap memakai Bahasa Indonesia?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan Bahasa Inggris mungkin tidak banyak terlihat dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam perkuliahan. Namun, jika kamu mengikuti seminar atau prosiding internasional, mau tidak mau kamu harus berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Hal tersebut mungkin akan sering kamu temui pada jenjang S3 daripada S2. <\/p>\n\n\n\n<p>Kemungkinan besar, kamu perlu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris jika kampus kamu bekerja sama dengan profesor atau perusahaan luar negeri. Sebab, Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang paling umum digunakan di dunia.<span id=\"c6f9a201-1177-48ea-ae20-8872cb539f7c\" data-items=\"[&quot;2224513467&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[5]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam hal ini sertifikat TOEFL akan memberikan informasi tentang level kemampuan seseorang, untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dalam lingkungan akademik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemahaman referensi<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu bagian TOEFL adalah tes kemampuan membaca (<em>reading<\/em>) materi akademik berbahasa Inggris. Kosa-kata dalam materi tersebut umumnya sering ditemukan dalam buku teks atau literatur di universitas.<span id=\"a6dfbc3c-a25e-4d60-8f4b-24cc412c0a0d\" data-items=\"[&quot;2873424055&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[6]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pile-of-books.jpg\" alt=\"Ilustrasi tumpukan buku referensi\" class=\"wp-image-2922\"\/><figcaption>Gambar 2. Ilustrasi tumpukan buku referensi (kredit: <a href=\"https:\/\/pxhere.com\/en\/photo\/912508\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PxHere<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum kamu belajar dalam proses perkuliahan, kamu harus terbiasa dengan materi-materi akademik berbahasa Inggris. Perlu kamu ketahui, bahwa tidak sedikit orang yang sudah sering belajar Bahasa Inggris, namun mereka tetap kesulitan memahami materi berbahasa Inggris dalam lingkungan akademik.<span id=\"f797207c-9e0a-47cf-bd80-5aa530ce2274\" data-items=\"[&quot;3320235670&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[1]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Meski kamu kuliah di salah satu universitas di Indonesia, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, tidak menutup kemungkinan bahwa proses perkuliahan akan menggunakan materi ataupun referensi berbahasa Inggris. Bahkan, jika kamu mencari sumber referensi di internet, kebanyakan kontennya menggunakan Bahasa Inggris. Terlebih lagi, hingga saat ini (Januari 2021), sekitar 60,4% situs di dunia menggunakan Bahasa Inggris, dan situs yang menggunakan Bahasa Indonesia masih di bawah 1%.<span id=\"6c710d34-4781-413a-8c1a-cc6cce104584\" data-items=\"[&quot;4285875175&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[7]\u200b<\/span> <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penelitian dan publikasinya<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam perjalanan kuliah, kamu akan menghabiskan masa studi kamu dengan meneliti dan mempublikasikan hasil penelitian tersebut. Melakukan penelitian umumnya mencakup pengumpulan data, membersihkan data, melakukan analisis, hingga melaporkan hasil analisisnya.<span id=\"66d8f3b9-8d55-4076-a256-89afb692e14e\" data-items=\"[&quot;2441865456&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[8]\u200b<\/span> Dalam hal ini, kamu akan membutuhkan banyak referensi atau rujukan terbaru yang berkaitan dengan penelitian, dan sebagian besar referensi atau rujukan tersebut menggunakan Bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"530\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/microscope.jpg\" alt=\"Ilustrasi penelitian dengan menggunakan mikroskop\" class=\"wp-image-2923\"\/><figcaption>Gambar 3. Ilustrasi penelitian (kredit: <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/mikroskop-penelitian-laboratorium-385364\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">felixioncool<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada saat-saat tertentu, tidak menutup kemungkinan kamu akan melakukan kolaborasi penelitian dengan peneliti asing (luar negeri). Alhasil, Bahasa Inggris akan lebih banyak kamu gunakan dalam berkomunikasi hingga mencari referensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, hasil temuan yang telah kamu peroleh dari penelitian, kemungkinan besar akan kamu publikasikan dalam jurnal, paten, buku, dan\/atau jenis publikasi lainnya. Pada jenjang S3, targetnya kamu dapat mempublikasikan hasil penelitian melalui penerbit internasional yang bereputasi tinggi. Dalam hal ini, kamu sangat membutuhkan kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal publikasi, semisal jurnal, banyak <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/indowhiz.blogspot.com\/2019\/01\/7-tips-jitu-lolos-jurnal-scopus.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">hal yang perlu diperhatikan agar artikelmu dapat dipublikasi pada jurnal internasional bereputasi<\/a>. Substansi artikel, format, keterbacaan, hingga tata bahasa harus kamu perhatikan.<span id=\"ef43022f-8da4-431f-acbf-1cd306f5c746\" data-items=\"[&quot;432286955&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[9]\u200b<\/span> Dalam kasus ini, kamu mungkin akan membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris yang lebih tinggi. Jika kamu belum mampu, kamu mungkin perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, untuk mendapatkan bantuan dari orang lain yang mampu untuk merapikan format, melakukan <em>proofreading<\/em>, dan\/atau pemeriksaan lainnya terkait Bahasa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Sangat wajar apabila pendaftaran kuliah pada jenjang S2 maupun S3 mensyaratkan sertifikat TOEFL. Bahkan meski kamu kuliah di salah satu universitas di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p>Panitia penerimaan di universitas, sangat berharap peserta didik yang telah lulus seleksi dapat belajar dengan mudah di perkuliahan, tanpa kesulitan karena adanya materi\/teks, ataupun komunikasi berbahasa Inggris. Oleh sebab itu, panitia menggunakan skor pada sertifikat TOEFL sebagai metrik, untuk melihat kemampuan Bahasa Inggris setiap calon peserta didiknya.<span id=\"47bbb9de-13ac-4505-98fc-31016c749db3\" data-items=\"[&quot;3320235670&quot;]\" class=\"abt-citation\" contenteditable=\"false\">\u200b[1]\u200b<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, penggunaan Bahasa Inggris dalam lingkungan akademik sudah sangat umum. Apalagi dalam jenjang S2 maupun S3, sudah sewajarnya menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi, mencari referensi, maupun melakukan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<section aria-label=\"Bibliography\" class=\"wp-block-abt-bibliography abt-bibliography\" role=\"region\"><ol class=\"abt-bibliography__body\" data-maxoffset=\"3\" data-linespacing=\"1\" data-second-field-align=\"flush\"><li id=\"3320235670\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[1]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">C. Montgomery, \u201cWhat Is the TOEFL Test? Why Do You Need It?,\u201d <i>PrepScholar: TOEFL<\/i>, Jan. 02, 2017. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.prepscholar.com\/toefl\/blog\/what-is-toefl\/\">https:\/\/www.prepscholar.com\/toefl\/blog\/what-is-toefl\/<\/a> (accessed Jul. 31, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"3725625988\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[2]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">M. Nandi, \u201cHow Important is TOEFL Score in Admissions?,\u201d <i>GyanDhan<\/i>, Feb. 07, 2020. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.gyandhan.com\/blogs\/important-of-toefl-score-in-admissions\">https:\/\/www.gyandhan.com\/blogs\/important-of-toefl-score-in-admissions<\/a> (accessed Jul. 31, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"766688216\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[3]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">LPDP, \u201cBeasiswa Reguler 2019,\u201d <i>Kemenkeu: LPDP<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/lpdp.kemenkeu.go.id\/en\/beasiswa\/umum\/beasiswa-reguler-2022\/\">https:\/\/lpdp.kemenkeu.go.id\/en\/beasiswa\/umum\/beasiswa-reguler-2022\/<\/a> (accessed Mar. 02, 2021).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"896351935\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[4]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Universitas Negeri Malang, <i>Pedoman Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) Tahun Akademik 2017\/2018<\/i>. Malang, Indonesia: Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Informasi, dan Kerjasama, 2017.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2224513467\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[5]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">ELC, \u201c4 Reasons Why Learning English is so Important,\u201d <i>ELC: The English Language Centre<\/i>, Sep. 30, 2013. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.elc-schools.com\/blog\/4-reasons-why-learning-english-is-so-important\/\">https:\/\/www.elc-schools.com\/blog\/4-reasons-why-learning-english-is-so-important\/<\/a> (accessed Jul. 31, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2873424055\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[6]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">TestDEN, \u201cTOEFL Reading,\u201d <i>TestDEN<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.testden.com\/toefl\/reading.htm\">https:\/\/www.testden.com\/toefl\/reading.htm<\/a> (accessed Aug. 01, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"4285875175\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[7]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">W3Techs, \u201cUsage statistics of content languages for websites,\u201d <i>W3Techs: Web Technology Survey<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/w3techs.com\/technologies\/overview\/content_language\">https:\/\/w3techs.com\/technologies\/overview\/content_language<\/a> (accessed Aug. 01, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"2441865456\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[8]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">Monash University, \u201cReporting and discussing your findings,\u201d <i>Monash University<\/i>. <a rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.monash.edu\/rlo\/graduate-research-writing\/write-the-thesis\/writing-the-thesis-chapters\/reporting-and-discussing-your-findings\">https:\/\/www.monash.edu\/rlo\/graduate-research-writing\/write-the-thesis\/writing-the-thesis-chapters\/reporting-and-discussing-your-findings<\/a> (accessed Aug. 01, 2020).<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><li id=\"432286955\">  <div class=\"csl-entry\">\n    <div class=\"csl-left-margin\">[9]<\/div><div class=\"csl-right-inline\">\u201cThe Final Polish: Editing and Proofreading,\u201d in <i>Study Skills for International Postgraduates<\/i>, Red Globe Press, 2011, p. 8.<\/div>\n  <\/div>\n<\/li><\/ol><\/section>\n\n\n\n<p>Gambar sampul oleh <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/close-up-hands-exam_851773.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pressfoto<\/a> dan <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:TOEFL_Logo.svg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Niamh O&#8217;C<\/a>, yang telah dimodifikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya, TOEFL sangat penting dalam lingkungan akademik. Meski lahir di Indonesia, dan orang tua asli Indonesia, kita sudah diajari untuk Berbahasa Inggris mulai dari kecil. Alhasil, menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau ketiga (jika ada bahasa daerah). Namun, mungkin beberapa dari kita, menganggap Bahasa Inggris itu hanya untuk komunikasi di luar negeri. Itupun kalau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2920,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[500],"tags":[486,483,479,487,478,489,490,488,480,481,482,485,484,476,477],"class_list":["post-2902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik","tag-akademik","tag-bahasa-inggris","tag-doktoral","tag-komunikasi","tag-master","tag-penelitian","tag-publikasi","tag-referensi","tag-s1","tag-s2","tag-s3","tag-sertifikat","tag-tes","tag-toefl","tag-toeic"],"modified_by":"Philip F. E. Adipraja","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2902"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5603,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions\/5603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}