{"id":879,"date":"2019-11-29T21:15:33","date_gmt":"2019-11-29T14:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/?p=879"},"modified":"2023-04-01T13:09:42","modified_gmt":"2023-04-01T06:09:42","slug":"mengenali-perbandingan-jenis-kategori-komputer-beserta-karakteristiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/id\/mengenali-perbandingan-jenis-kategori-komputer-beserta-karakteristiknya\/","title":{"rendered":"Karakteristik Berbagai Jenis Komputer"},"content":{"rendered":"\n<p>Kebutuhan pasar yang terus berubah, menyebabkan produsen membuat spesifikasi komputer yang berbeda-beda. Perbedaan spesifikasi ini berdasar pada kebutuhan performa, penerapan teknologi, maupun penggunaan aplikasi. Di sini kita akan membahas karakteristiknya berdasarkan perbedaan spesifikasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi komputer <\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Komputer personal<\/h3>\n\n\n\n<p>Komputer personal merupakan perangkat yang khusus untuk <a href=\"https:\/\/www.techtarget.com\/whatis\/definition\/personal-computer-PC\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pengguna individual<\/a> (konsumen atau <em>end user<\/em>). Berdasarkan hal ini, produsen mendesain spesifikasi dan harga perangkat sesuai dengan kemampuan rata-rata perorangan. Dengan banyaknya jenis perangkat ini, kita dapat mengkategorikannya menjadi perangkat seluler dan perangkat komputasi desktop.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perangkat Seluler<\/h4>\n\n\n\n<p>Perangkat seluler adalah sebuah perangkat komputer nirkabel yang spesifik untuk penggunaan multimedia dengan mobilitas tinggi. Dalam hal ini, produsen mendesain harga, berat, dan dimensi perangkat seluler seminim mungkin. Ponsel dan tablet merupakan contoh perangkat yang termasuk dalam klasifikasi ini. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/phone-and-tablet.jpg\" alt=\"Ilustrasi perangkat seluler seperti ponsel dan tablet\" class=\"wp-image-965\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 1. Ilustrasi perangkat seluler seperti ponsel dan tablet (sumber: <a aria-label=\"Pxhere (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/pxhere.com\/en\/photo\/1084823\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pxhere<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Perangkat seluler memiliki beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Harga murah<\/strong><br>Karakteristik perangkat ini ditunjukkan dengan adanya penekanan harga seminimal mungkin. Rata-rata harga perangkat seperti ponsel dan tablet, berada pada kisaran 1 hingga 14 juta rupiah. Untuk menekan harga, produsen umumnya menggunakan kemasan <em>box<\/em> dan <em>case<\/em> dari bahan yang murah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi energi<\/strong><br>Produsen mendesain ponsel dan tablet agar mengkonsumsi baterai seefisien mungkin. Bahkan, dalam beberapa kasus, memungkinkan baterai bertahan hingga 1 hari dengan pemakaian normal. Oleh karena itu, pada perangkat seluler, kita tidak akan melihat kipas pendingin maupun <em>hard disk<\/em>. Penggunaan pendingin pasif dan kartu memori <em>flash <\/em>jauh lebih efisien dalam penggunaan energy.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Minim kapasitas memori<\/strong><br>Meminimalkan kapasitas memori akan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Namun, memori merupakan salah satu komponen mahal dalam perangkat seluler. Dampaknya, pengembang aplikasi ponsel dan tablet akan berusaha untuk menekan ukuran kode aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aplikasi seluler<\/strong><br>Perangkat seluler berfokus pada penggunaan aplikasi atau <a href=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/id\/mengenal-rekayasa-perangkat-lunak-rpl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">perangkat lunak<\/a> personal harian yang mudah di manapun dan kapanpun. Menurut <a href=\"https:\/\/www.business2community.com\/mobile-apps\/overview-mobile-apps-market-enter-now-0994728\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">statistik<\/a>, sebagian besar konsumen menggunakan perangkat seluler untuk membuka aplikasi <em>game<\/em>, sosial media, dan peramban internet. Meski begitu, sebagian orang juga <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.4236\/tel.2018.88097\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">menggunakan<\/a> aplikasi menonton video, perbelanjaan, dan pesan singkat dan telpon.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Responsif<\/strong><br>Dengan tingginya minat penggunaan aplikasi <em>game<\/em> hingga menonton video, produsen harus mendesain perangkat seluler agar bekerja dengan responsif. Artinya, penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut sangat bergantung pada performa <em>real-time<\/em>. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Komputasi Desktop<\/h4>\n\n\n\n<p>Perangkat komputasi desktop adalah sebuah perangkat komputer untuk penggunaan individu di tempat yang tetap (jarang berpindah). Umumnya, produsen mendesain perangkat komputasi desktop agar pengguna dapat meletakkannya di meja kantor dan dekat dengan stopkontak listrik. Netbook, laptop, hingga desktop merupakan contoh perangkat yang termasuk dalam klasifikasi ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Rentang harga perangkat komputasi desktop mulai seharga 4 jutaan hingga <em>workstation<\/em> yang telah terkonfigurasi seharga lebih dari 30 jutaan. Namun, saat ini <a href=\"https:\/\/www.idc.com\/promo\/pcdforecast\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sebagian besar produk yang terjual<\/a> merupakan perangkat dengan baterai, seperti netbook atau laptop.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/laptop.jpg\" alt=\"Laptop sebagai salah satu perangkat komputasi desktop\" class=\"wp-image-972\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 2. Laptop sebagai salah satu perangkat komputasi desktop (sumber: <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/id\/photos\/notebook-pc-macbook-kopi-kayu-meja-1317581\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pixabay<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Perangkat komputasi desktop memiliki beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mudah dikustomisasi<\/strong><br>Umumnya, pengguna dapat dengan mudah merubah maupun meningkatkan performa perangkat komputasi desktop. Karena netbook dan laptop lebih praktis untuk mobilisasi, pengguna umumnya hanya dapat meningkatkan performa <a href=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/id\/multi-channel-modul-ram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">RAM<\/a> dan ruang penyimpanan data (<em>hard disk<\/em>). Di sisi lain, komputer desktop memberikan keleluasaan untuk mengganti semua komponennya, termasuk CPU, kartu grafis, RAM, <em>hard disk<\/em>, hingga papan sirkuit induk (<em>motherboard<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kombinasi energi dan performa<\/strong>,<br>Penggunaan energi perangkat komputasi desktop juga menyesuaikan dengan rata-rata kemampuan listrik rumahan. Namun, dengan suplai energi yang lebih besar dan kontinu, performa perangkat komputasi desktop umumnya lebih tinggi daripada perangkat seluler. Alhasil, pengguna memiliki pilihan aplikasi atau perangkat lunak baik web maupun interaktif yang lebih banyak untuk menunjang berbagai pekerjaan individual.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Komputer Server<\/h3>\n\n\n\n<p>Komputer server adalah perangkat yang berguna untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan pemberkasan skala besar, menggantikan mainframe tradisional. Mulai tahun 1980-an, server mulai banyak digunakan oleh perusahaan skala besar. Namun, setiap server dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan produsen dapat mendesain khusus untuk kebutuhan perusahaan yang spesifik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Supermicro-SBI-7228R-T2X-blade-server.jpg\" alt=\"ilustrasi sebuah komputer server \" class=\"wp-image-973\" width=\"800\" height=\"487\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 3. Ilustrasi sebuah komputer server (sumber: <a aria-label=\"Wikimedia Commons (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Supermicro_SBI-7228R-T2X_blade_server.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Wikimedia Commons<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Komputer server memiliki beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ketersediaan (<em>availability<\/em>)<\/strong><br>Ketersediaan adalah karakteristik utama sebuah server yang sangat penting. Artinya, server harus dapat beroperasi setiap waktu, non stop (24\/7). Contoh penggunaanya yaitu untuk mesin ATM atau sistem telekomunikasi seluler. Di sisi lain, apabila terjadi kerusakan pada komputer server, dampaknya jauh lebih besar daripada kerusakan pada satu unit desktop.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketercakupan\/skalabilitas (scalability)<\/strong><br>Semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan, semakin besar pula pengoperasian layanan oleh server. Oleh karena itu, desain komputer server harus memudahkan pengguna dalam meningkatkan fungsionalitas server. Contohnya, peningkatan kapasitas prosesor, memori, media penyimpanan, hingga <em>bandwidth<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi throughput atau kecepatan transfer data<\/strong><br>Performa server dalam menangani jumlah transaksi per menit atau jumlah permintaan halaman web per detik sangatlah penting. Meskipun kebutuhan responsif sangat tinggi, efisiensi energi dan efektifitas biaya secara keseluruhan juga tidak kalah penting. Oleh sebab itu, faktor-faktor ini menjadi perhitungan utama dalam memilih sebuah server yang cocok dengan kebutuhan perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Komputer Klaster<\/h3>\n\n\n\n<p>Komputer klaster (<em>computer cluster<\/em>) adalah kumpulan komputer desktop atau server yang terhubung dengan jaringan sebagai satu kesatuan komputer tunggal yang lebih besar. Umumnya, penggunaannya khusus untuk mengoperasikan aplikasi berbasis <em>Software as a Service<\/em> (SaaS), termasuk mesin pencari, sosial media, sharing multimedia, <em>game<\/em> daring, dan toko daring.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Sun-Microsystems-Solaris-computer-cluster.jpg\" alt=\"Ilustrasi komputer klaster milik Sun Microsystems, Inc.\" class=\"wp-image-977\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 4. Ilustrasi komputer klaster milik Sun Microsystems, Inc. (sumber: <a aria-label=\"ChrisDag (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/8558461@N08\/866585232\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ChrisDag<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada <a href=\"https:\/\/www.capitalone.com\/tech\/cloud\/what-is-a-cluster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">3 kategori<\/a> komputer klaster, yaitu Ketersediaan Tinggi (<em>High Availability<\/em> (HA)), Penyeimbang Beban (<em>Load Balancing<\/em> (LB)), dan komputer performa tinggi (<em>High Performance Computing<\/em> (HPC)). Perusahaan dapat menyesuaikan performa komputer klaster ini berdasarkan penggunaanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, komputer klaster pada umumnya sudah <a href=\"https:\/\/www.oreilly.com\/library\/view\/high-performance-linux\/0596005709\/ch01.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mencakup HA dan LB<\/a>. Penggunaannya khusus untuk aplikasi interaktif, penyimpanan skala besar, dan kehandalan dan <em>bandwidth<\/em> yang tinggi. Di sisi lain, HPC, umumnya lebih populer dengan nama superkomputer, lebih menekankan pada performa komputasi untuk menjalankan program-program intensif yang menghitung selama berminggu-minggu dalam satu waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, komputer klaster memiliki beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tingginya biaya keseluruhan<\/strong><br>Karena merupakan kumpulan dari banyak komputer, maka biaya pengadaan dan operasionalnya sangat besar. Bahkan ruangan komputer klaster harus memiliki daya dan sistem pendinginan yang besar. Selain itu, penyusutan performa dan jaringan akan berimbas pada biaya penggantian yang besar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reliabel dengan komponen yang redundan<\/strong><br>Komputer klaster juga harus memiliki ketersediaan tinggi (HA) layaknya server. Namun, dampak dari kerusakan komponen tidak signifikan, di mana komputer lain dalam jaringan yang sama dapat mengkompensasinya. Misalnya, kerusakan yang terjadi pada satu komponen \/ satu komputer, hanya membutuhkan perbaikan pada komponen atau komputer tersebut, tanpa harus menangani keseluruhan sistem. Hal ini juga mempengaruhi skalabilitasnya, karena perusahaan hanya perlu menambahkan komponen maupun jaringan, bahkan tanpa perlu merubah hardware komputer yang sudah ada.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. IoT \/ Komputer Benam (<em>Embedded<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam era modern ini, banyak perangkat yang telah mengaplikasikan komputer benam. Contohnya, printer, mesin cuci, <em>microwave<\/em>, hingga kendaraan. Selain itu, <em>Internet of Things <\/em>(IoT) mengacu pada keterhubungan perangkat ke Internet, umumnya secara nirkabel. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/internet-things-iot-retro.jpg\" alt=\"Contoh perangkat yang menggunakan komputer benam \/ Internet of Things\" class=\"wp-image-978\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar 5. Contoh perangkat yang menggunakan komputer benam maupun IoT (sumber: <a aria-label=\"macrovector (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/internet-things-iot-retro-cartoon-icons-collection_4189175.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">macrovector<\/a>)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat ini, perangkat IoT umumnya telah menggunakan sensor dan aktuator, yang berfungsi untuk mengumpulkan data dan dapat berinteraksi secara fisik dengan manusia. Dengan penerapan aplikasi pintar, kita telah mengenal berbagai perangkat seperti <em>smart watch<\/em>, <em>smart car<\/em>, <em>smart home<\/em>, hingga <em>smart city<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat IoT maupun komputer benam sudah tersebar di banyak perangkat, bahkan <a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/1183457\/iot-connected-devices-worldwide\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">proyeksi<\/a> jumlah perangkat IoT di tahun 2030 berada di kisaran 20 hingga 50 miliar. Prosesor yang digunakan pun beragam, mulai dari 8 bit hingga 32 bit yang harganya sangat murah, hingga prosesor 64 bit untuk mobil yang harganya hingga 2 jutaan. Namun meski rentang perbedaan performa ini sangat besar, harga merupakan faktor utama pemilihan prosesor. Pemenuhan kebutuhan performa minimum dengan harga termurah lebih banyak dipilih, daripada performa tinggi dengan harga yang lebih mahal.<\/p>\n\n\n\n<p>Komputer benam (<em>embedded<\/em>) maupun IoT memiliki beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tugas atau aplikasi spesifik<\/strong><br>Produsen mendesain dan mengoptimasi komputer benam khusus untuk menjalankan tugas atau aplikasi <a href=\"https:\/\/www.digi.com\/blog\/post\/what-is-an-embedded-operating-system\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">spesifik<\/a>. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi harga dan komponen<\/strong><br>Komputer benam didesain khusus untuk tugas spesifik. Oleh karena itu, produsen dapat menekan jumlah komponen yang terpasang dan harga perangkat tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan<\/h2>\n\n\n\n<p>Tabel berikut dapat memudahkan perbandingan karakteristik dalam penjelasan di atas [1].<\/p>\n\n\n\n<table id=\"tablepress-3\" class=\"tablepress tablepress-id-3\">\n<thead>\n<tr class=\"row-1\">\n\t<th class=\"column-1\">Kategori<\/th><th class=\"column-2\">Harga Sistem<\/th><th class=\"column-3\">Harga Prosesor<\/th><th class=\"column-4\">Karakteristik Utama<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody class=\"row-striping row-hover\">\n<tr class=\"row-2\">\n\t<td class=\"column-1\">Perangkat Seluler<\/td><td class=\"column-2\">1 hingga 14 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-3\">ratusan ribu hingga 2 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-4\">Harga, efisiensi energi, kinerja multimedia, responsif<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-3\">\n\t<td class=\"column-1\">Desktop<\/td><td class=\"column-2\">4 hingga 35 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-3\">1 hingga 7 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-4\">rasio harga dan performa, efisiensi energi, performa grafis<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-4\">\n\t<td class=\"column-1\">Server<\/td><td class=\"column-2\">70 Juta hingga 140 Miliar Rupiah<\/td><td class=\"column-3\">3 hingga 30 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-4\">kecepatan transfer data (throughput), kehandalan (availability), ketercakupan (scalability), efisiensi energi<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-5\">\n\t<td class=\"column-1\">klaster<\/td><td class=\"column-2\">140 Juta hingga 3 Triliun Rupiah<\/td><td class=\"column-3\">1 hingga 4 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-4\">rasio harga dan performa,<br \/>\nthroughput, proporsionalitas energi<\/td>\n<\/tr>\n<tr class=\"row-6\">\n\t<td class=\"column-1\">embedded \/ IoT<\/td><td class=\"column-2\">ratusan ribu hingga 140 Juta Rupiah<\/td><td class=\"column-3\">seribu hingga 2 juta Rupiah<\/td><td class=\"column-4\">harga, efisiensi energi, performa aplikasi khusus<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p>[1] Hennessy, John L.; Patterson, David A. 2019. <em>Computer Architecture: A Quantitative Approach<\/em>. Edisi Keenam 2019. ISBN: 978-0-12-811905-1. Elsevier. Morgan Kaufmann: Cambridge, United States<\/p>\n\n\n\n<p>Gambar sampul oleh <a aria-label=\"Torkild Retvedt (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/torkildr\/3462607995\/in\/photostream\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Torkild Retvedt<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebutuhan pasar yang terus berubah, menyebabkan produsen membuat spesifikasi komputer yang berbeda-beda. Perbedaan spesifikasi ini berdasar pada kebutuhan performa, penerapan teknologi, maupun penggunaan aplikasi. Di sini kita akan membahas karakteristiknya berdasarkan perbedaan spesifikasi tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":111,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[919],"tags":[286,288,290,292,294,296,298,300,302,304],"class_list":["post-879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perangkat-teknologi","tag-cluster-id","tag-desktop-id","tag-embedded-id","tag-iot-id","tag-jenis-komputer-id","tag-karakteristik-komputer-id","tag-kategori-komputer-id","tag-komputer-benam-id","tag-seluler-id","tag-server-id"],"modified_by":"Philip F. E. Adipraja","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=879"}],"version-history":[{"count":26,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7989,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879\/revisions\/7989"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indowhiz.com\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}