
Penyebab artikel jurnal ditolak sering kali tidak disadari oleh penulis,terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali submit. Oleh karena itu,memahami alasan penolakan sejak awal sangat penting agar kamu tidakmengulang kesalahan yang sama. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa mempersiapkan karya tulis ilmiah yang lebih baik sebelum dikirimkan ke jurnal.
5 Penyebab Artikel Jurnal Ditolak yang Sering Terjadi

Ada beberapa penyebab artikel jurnal ditolak yang sering terjadi.Selain itu, banyak penulis tidak menyadari kesalahan ini hingga mendapat surat penolakan dari editor. Berikut ini adalah penyebab paling umum yang perlu kamu hindari.
1. Topik Tidak Sesuai Scope Jurnal
Setiap jurnal ilmiah memiliki ruang lingkup atau scope yang spesifik.Misalnya, jurnal teknologi informasi tentu tidak akan menerima artikeltentang ilmu gizi. Oleh karena itu, sebelum submit, pastikan topik penelitianmu benar-benar sesuai dengan fokus jurnal yang dituju.
2. Metodologi Penelitian Lemah
Metodologi yang tidak jelas atau tidak sesuai standar ilmiah adalah salah satu penyebab artikel jurnal ditolak paling sering. Reviewer akan menilai apakah metode yang digunakan valid dan dapat direplikasi. Dengan demikian, pastikan kamu menjelaskan metode secara rinci dan sistematis.
3. Referensi Tidak Relevan atau Terlalu Lama
Menggunakan referensi yang sudah terlalu lama atau tidak relevan dengan topik dapat menurunkan kualitas artikel. Selain itu, reviewer biasanya mengharapkan referensi dari jurnal bereputasi dan terbitan 5–10 tahun terakhir. Oleh sebab itu, selalu perbarui daftar pustakamu sebelum submit.
4. Bahasa dan Penulisan Tidak Sesuai Standar
Kesalahan tata bahasa, ejaan, atau penulisan yang tidak konsisten mencerminkan kurangnya keseriusan penulis. Sementara itu, jurnal internasional sangat ketat dalam hal kualitas bahasa. Pastikan artikel sudah melalui proofreading sebelum dikirimkan.
5. Plagiarisme Terdeteksi
Plagiarisme adalah salah satu penyebab artikel jurnal ditolak yang paling fatal. Sebagian besar jurnal menggunakan tools cek plagiarisme seperti Turnitin atau iThenticate. Selain itu, self-plagiarism atau mengulang tulisanmu sendiri tanpa sitasi juga termasuk pelanggaran.
Cara Mengatasi Penolakan Artikel Jurnal

Mendapat penolakan bukan berarti penelitianmu buruk. Sebaliknya, penolakan adalah kesempatan untuk memperbaiki kualitas tulisan. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan setelah artikel ditolak.
1. Baca Komentar Reviewer dengan Cermat
Setelah menerima surat penolakan, baca setiap komentar reviewersecara menyeluruh. Dengan demikian, kamu tahu bagian mana yang perlu diperbaiki. Jangan langsung submit ulang tanpa mempertimbangkan masukan yang diberikan.
2. Perbaiki dan Submit ke Jurnal Lain
Jika penolakan bersifat final, pertimbangkan untuk memperbaiki artikel dan mengirimkannya ke jurnal lain yang lebih sesuai. Selain itu, pilih jurnal dengan scope yang benar-benar cocok dengan topikmu. Semakin tepat sasaran jurnalnya, semakin besar peluang artikelmu diterima.
3. Konsultasikan dengan Pembimbing atau Ahli
Jika kamu kesulitan memahami alasan penolakan, konsultasikan dengan dosen pembimbing atau mentor yang berpengalaman. Selanjutnya, kamu
bisa mencari layanan pendampingan publikasi jurnal yang membantu proses revisi hingga artikel siap submit kembali.
Tips Agar Artikel Jurnal Tidak Ditolak
Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Berikut ini tips yang bisa kamu terapkan sejak awal agar artikel tidak ditolak:
• Baca panduan author (author guidelines) jurnal dengan teliti sebelum menulis.
• Pilih jurnal yang scope-nya benar-benar sesuai topik penelitian.
• Gunakan referensi terbaru dari jurnal bereputasi seperti Scopus atau SINTA.
• Lakukan cek plagiarisme sebelum submit.
• Minta orang lain membaca artikelmu untuk proofreading.
• Pastikan struktur artikel lengkap: abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
Kesimpulan
Penyebab artikel jurnal ditolak sangat beragam, mulai dari ketidaksesuaian topik hingga masalah metodologi dan bahasa. Oleh karena itu, persiapan yang matang sebelum submit adalah kunci utama agar artikelmu diterima. Selain itu, jika kamu membutuhkan pendampingan dalam proses publikasi jurnal, IndoWhiz siap membantu kamu dari tahap revisi hingga artikel berhasil terbit.Turnitin


